Minggu, 02 September 2012
Atribut Mahasiswa Baru 2012
A. Topi
berbentuk peci diatas ada logo “IKIP PGRI SEMARANG”, dengan bertuliskan motto
maksimal 5 kata dengan criteria putra berwarna putih dan perempuan berwarna
merah.
B. Papan
nama berbentuk bibir bertuliskan
- Nama
- TTL (Tempat Tanggal Lahir)
- Asal Kota
- Foto Resmi Berwarna dgn Ukuran 4x6
(di tmpl diatsnya)
- Warna Perempuan (Putih) dan Putra
(Merah)
- Tali Papan dengan
Pita Berwarna Hijau
Label:Informasi Mahasiswa Baru | 1 komentar
Susunan Pantia POEMA HIMA PPB 2012 / 2013
Penanggung Jawab : Mohammad Sahal Kotim
Koordinator : Aditya Eko Saputro
Ketua Panitia : Arif Susanto
Wakil Ketua Panitia : Sarif Muslim
Sekretaris : Ulfa Maulida Rahmawati
Bendahara : Eni Setyorini Sie-sie
Minggu, 26 Agustus 2012
PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK AVERSION THERAPY DALAM PROSES PENDIDIKAN INFORMAL
Salah satu
teknik pendekatan Behavioral adalah Aversion
Therapy. Teknik ini bertujuan untuk menghukum perilaku yang negatif dan
memperkuat perilaku positif. Berkaitan dengan adanya reinforcement (penguatan), teknik ini tidak hanya dapat dilakukan
dalam lingkup Bimbingan dan Konseling di sekolah saja, bahkan dapat
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh
riil dari teori ini adalah pengalaman di keluarga saya. Ayah saya adalah
seorang yang fanatik terhadap agama. Segala cara akan dilakukan agar
anak-anaknya mau beribadah sesuai ajaran, seperti sholat, mengaji, dan lain
sebagainya. Saya bisa mengamati secara langsung cara menddik Ayah saya terhadap
adik saya.
Selasa, 12 Juni 2012
SEMINAR NASIONAL PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
A.
Tema
“PEMANFAATAN
MEDIA ICT DALAM PENERAPAN BK DI SEKOLAH”
B. Latar belakang
Prinsip
keberagaman individual menunjukkan semua individu memiliki potensi yang
beragam, yang berkembang dan teraktualisasi sejalan dengan kehidupan dan tumbuh
kembang individu. Dalam konteks pendidikan formal, sekolah merupakan lingkungan
tempat siswa berkembang dan tumbuh melalui proses pendidikan. Kualitas
pertumbuhan dan perkembangan siswa akan sangat dipengaruhi oleh ketetapan
sekolah (kepala sekolah, guru, konselor dan pendidik lainnya) dalam
memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan potensi yang dimiliki siswa.
Pelayanan BK di
sekolah sangat beragam. Berbagai jenis layanan BK yang saat ini digunakan
adalah layanan informasi, orientasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan
konten, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling individual, mediasi
dan konsultasi.
Media bimbingan
dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh
konselor, karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang,
menggunakan dan mengevaluasi efektifitas penggunaan media dalam pelayanan
bimbingan dan konseling.
Jumat, 08 Juni 2012
Realita Sarjana Muda
Mahasiswa yang
menempuh pendidikan strata sarjana, harus menempuh minimal delapan semester,
dan dalam delapan semester itu tidak sedikit yang harus mahasiswa lakukan,
antara lain : Mengikuti perkuliahan sesuai jadwal yang ditentukan, menyelesaikan
berbagai macam tugas yang telah diberikan oleh dosen, serta menyelesaikan tugas
akhir yang biasa disebut dengan skripsi. Skripsi merupakan tugas akhir yang
harus diselesaikan oleh setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan strata
sarjana untuk mendapatkan gelar “Sarjana”. Dalam menyelesaikan tugas akhrir
“Skripsi”, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan nya sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki, dengan berbekal belajar, pengetahuan dan pengalaman yang telah dilalui selama empat tahun berlalu.
Namun fenomena
yang nampak, 180 derajat berbanding terbalik dari apa yang diharapkan. Satu
budaya yang menjadikan geram adalah budaya “ndandake”. Mahasiswa lebih memilih
untuk membeli daripada bersusah payah menyelesaikan skripsi. Dengan membayar
sejumlah uang, mahasiswa dapat dengan mudah mendapat gelar sarjana. Jika dosen
pembimbing meminta ada revisi atau perbaikan, para mahasiswa tetap tenang
karena sudah ada yang akan memperbaiki. Hemmmm........ ironisnya Sejumlah uang
yang diberikan kepada para “pembuat” tidaklah sedikit, namun perlu membanting
tulang untuk mendapatkannya bagi mereka yang tidak mampu. Tragisnya budaya “ndandake” tidak hanya berlaku bagi
mereka yang berduit, tapi bagi mereka yang “kurang” pun mengikuti jejak budaya
tersebut.
Label:Ke-Mahasiswa-An,Wacana ke-BK-an | 0
komentar
Langganan:
Postingan
(Atom)
ATTENTION
PAPAN INFORMASI
iptekppbikippgrisemarang. Diberdayakan oleh Blogger.